Gapai sukses dengan pengalaman

Andaikan dulu saya sudah tahu apa yang saya tahu sekarang, pasti saya tidak akan begini“. Ya, kalimat bernada penyesalan, sering sekali bergaung di telinga kita, mengingat penyesalan selalu datang lebih lambat daripada kesadaran kita untuk menggapainya.

Generasi muda sekarang jelas memiliki banyak kesempatan yang bisa dijajal dan tentu saja tantangan yang bisa dihadapi. Tentu semua itu untuk menunjukkan eksistensi diri sebagai manusia, menuju self-esteem. Generasi sekarang yang tumbuh dengan teknologi canggih, mungkin akan cocok dengan dunia yang sekarang saling terhubung. Dan, di era revolusi digital seperti sekarang ini, mereka sedang gemar melakukannya dan banyak juga yang telah meraup untung.

Di lain pihak, dunia sedang bergejolak. Masalah sosial, budaya, ekonomi hingga politik. Ya, setiap hari kita melihat hal ini terus berjalan, jadi hal ini bukanlah hal baru, namun tetap saja menjadi tantangan kita. Apa yang terjadi adalah, kita berhadapan dengan terlalu banyak informasi, kita berhadapan dengan terlalu banyak pilihan, kita berhadapan dengan terlalu banyak hal yang mudah mengganggu fokus kita. Bila generasi dahulu berjuang dengan kesederhanaan, maka perjuangan generasi sekarang lebih kompleks.

Entrepreneur muda, jelaslah harus bisa menghadapi segalanya sesuai dengan keadaan. Dan, tak ada guru yang lebih hebat daripada pengalaman yang didapat sendiri dan tentu saja dari orang lain yang telah merasakannya. Di sini, saya pribadi telah merangkum beberapa pengalaman yang saya dapatkan dari orang-orang yang dekat dengan saya, yang mungkin bisa saja berguna bagi siapa pun.

1. Bila Anda hendak meraih kesuksesan yang besar, maka usaha untuk mencapainya juga besar. Bila kita sadar bahwa tujuan hidup kita memiliki kecenderungan biasa saja, maka mungkin saja kita bisa menjalani hidup dengan mudah tanpa usaha yang besar. Namun, tentu saja, kehidupan kita pun masih “biasa saja”. Ingin tangkapan ikan yang besar? Siapkan jala yang besar pula.

2. Berani ambil risiko, dengan mempertimbangkan keadaan. Kesuksesan yang kita raih dalam kehidupan berbisnis dan berkarier merupakan sebuah hasil yang kita peroleh saat kita mempertaruhkan hidup dengan mengambil sebuah kesempatan yang memiliki risikonya.

3. Perluaslah pengalaman. Seperti telah disebutkan sebelumnya, pengalaman adalah guru yang hebat. Saat pengalaman kita luas, maka luas pulalah kesempatan kita untuk lebih bisa menggapai kesuksesan.

4. Hidup bagaikan lari maraton, bukan lari sprin. Apa bedanya, sama-sama lari kan? Lari maraton lebih lama dan lebih panjang lintasannya daripada lari sprin. Dalam lari maraton, saat banyak persaingan, maka akan lebih baik kita menggenjot kemampuan kita hingga kita lebih dekat dengan garis finish. Namun, saat sudah jarang persaingan, you could do lesser. Selain itu, semakin besar tujuan kita, semakin “gila” strategi yang kita gunakan, semakin lama waktu yang kita tempuh, maka semakin besar pula prestasi yang diraih.

5. Ingat selalu prinsip keseimbangan dan kesetaraan. Ingat Hukum Aksi-Reaksi Newton? Setiap gaya yang kita keluarkan, maka akan muncul reaksi yang berlawanan dari aksi kita yang membuatnya seimbang. Ingat keseimbangan reaksi kimia? Ya, semuanya haruslah seimbang. Dalam ekonomi pun demikian: ada pemasukan ada pula pengeluaran; ada permintaan ada pula pemberian. Begitu pula dengan kehidupan. Hukum kausalitas dan sebab akibat akan selalu menaungi kita, dan bisa saja mempengaruhi kehidupan kita. Tanpa melakukan apapun, kita tak akan pernah mendapat apapun sebagai balasan.

6. “Why’s so serious on yourself?”. Sebagai anak muda, pastilah kita memiliki ego yang sangat tinggi. Kita merasa, bahwa kitalah pusat alam semesta, atau setidaknya dunia kita. Cara pandang tersebut memang penting untuk keselamatan kita. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, cara pandang tersebut justru kurang bagus dan bahkan sering mendatangkan masalah. Pendewasaan merupakan pengembangan empati bagi orang lain, dengan memahami kebutuhan dan keinginan orang lain, dan mengetahui apa yang membuat mereka termotivasi.

7. Tidak membatasi diri dengan asumsi yang datang dari pengalaman yang masih terbatas. Darah muda memang mudah untuk bergejolak. Kita cenderung mudah untuk mengambil keputusan bahkan dari fakta yang terbatas, atau lebih parah lagi, saat kita mengambil keputusan dari asumsi belaka. Selalu berpikir terbuka, dan pastinya ambil banyak-banyak pengalaman untuk mengganti asumsi kita yang membatasi.

8. Kesuksesan sesungguhnya terjadi di dunia nyata. Sebagai orang yang terhembus angin teknologi canggih, anak muda jelas mengenal Internet, dan mungkin memahami Internet sebagai lahan bisnis. Jejaring sosial pun muncul di mana-mana untuk menghubungkan kita dengan siapapun yang kita inginkan. Memang bisa saja kita menghasilkan uang dengan cara seperti itu, namun yang pasti kesuksesan sesungguhnya terjadi di dunia nyata saat kita mengembangkan relasi dengan orang yang nyata pula.

9. Yakin bahwa segalanya bakal bekerja dengan baik. Ya, keyakinan menjadi sumber motivasi kita untuk meraih kesuksesan. Keyakinan terhadap apa? Apapun yang kita yakini :). Mendiang Steve Jobs pernah berbicara: “You have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something–your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life. The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle.”

Well, itulah 9 hal yang saya dapatkan selama beberapa hari berada di kalangan entrepreneur muda. Satu hal lagi, pengalaman-pengalaman dan conventional wisdom seperti ini memang banyak sekali bertebaran. Namun, semua itu tak akan ada hasilnya tanpa dipraktikkan. Go ahead, and Never look back…

Allâhu a`lamu bi-s-Shawâbi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *