Bagaimana Sih Caranya: Instalasi Windows 7 atau Windows 8 melalui UEFI?

Question:

Saya membeli PC rakitan baru yang berteknologi UEFI. Pertanyaan saya, gimana sih caranya instalasi sistem operasi Windows 7 atau Windows 8 melalui UEFI? Terima kasih atas jawabannya.

via e-Mail

Answer:

PC yang baru, dalam hal ini adalah motherboard PC yang dimanufaktur pada tahun 2012 ke atas sudah memiliki fitur Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) sebagai pengganti sistem Basic Input Output System (BIOS) sebagai antarmuka pertama komputer sebelum sistem operasi mengambil alih kontrol secara keseluruhan.

Namanya juga pengganti BIOS, yang pasti ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh UEFI dibandingkan dengan BIOS biasa, seperti:

1. Tampilan Setup yang berbasis grafis pada UEFI daripada sebelumnya yang masih berbasis teks.

asrock-uefi-setup-storage

2. Dukungan sistem 64-bit yang mampu mengalamati lebih banyak memori.

3. Dukungan terhadap standar baru yang lebih aman dari serangan boot-code malware, melalui fitur SecureBoot. Yeah, meski memang SecureBoot ini masih pro-dan-kontra.

4. Dukungan terhadap hard disk lebih besar daripada 3 Terabyte.

5. Proses booting yang lebih cepat.

…dan lain-lain yang bisa Anda lihat di situs uefi.org .

Nah, melalui Windows 7, Microsoft mulai mendukung UEFI pada sistem Intel x86-64, setelah sebelumnya hanya diaplikasikan pada sistem berarsitektur Intel Itanium (IA-64). Namun dengan Windows 8, Microsoft hendak meningkatkan dukungannya terhadap UEFI dengan mengaktifkan fitur-fitur baru yang lebih bermanfaat bagi pengguna, baik konsumen ataupun pengguna korporat. Microsoft pun mendesain PC yang didesain khusus untuk Windows 8 (contohnya Microsoft Surface Pro) dengan menggunakan standar UEFI. Sayangnya, instalasi Windows di sistem UEFI tidak semudah saat kita menggunakan BIOS, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jadi, instalasi Windows susah di UEFI? Nope. Hanya saja memang tidak lebih mudah daripada instalasi Windows melalui BIOS. Windows 8 sendiri bisa berjalan dengan baik pada sistem yang masih menggunakan BIOS, dalam modus yang dikenal dengan “Legacy”. Namun, bila kita membeli perangkat keras baru dan hendak mengaktifkan seluruh fitur yang ditawarkan, maka instalasi melalui UEFI sepertinya menjadi kewajiban.

Sebetulnya, PC baru pun menawarkan fitur yang disebut dengan “Compatibility Support Module” atau dalam beberapa motherboard menuliskannya sebagai CSM. Fungsinya adalah untuk meniru BIOS dan agar selalu cocok dengan perangkat keras yang kita instalasikan di dalam sistem. Tentu saja, bila perangkat keras yang Anda gunakan seluruhnya adalah perangkat keras modern, Anda bisa menonaktifkannya agar sistem Anda masuk ke dalam modus UEFI secara langsung tanpa harus menggunakan topeng sebagai BIOS.

asrock-uefi-setup

Oh ya, sistem UEFI hanya didukung oleh sistem operasi berbasis Windows x64 (64-bit) saja, dan tidak pada sistem x86 (32-bit). Jadi, bila Anda menggunakan Windows 32-bit, maka sebaiknya CSM dinyalakan, agar tidak terjadi ketidakcocokan antara perangkat dan UEFI. Nah, saat UEFI dinyalakan dan instalasi Windows 8 berlangsung dan terdapat masalah, sebetulnya emulasi BIOS melalui CSM ini akan secara otomatis diaktifkan, dan PC yang kita gunakan pun akan dianggap oleh sistem sebagai PC dengan konfigurasi yang lama. Sebaliknya, bila instalasi Windows dapat dilalui tanpa masalah, maka sebaiknya CSM dinonaktifkan agar meningkatkan kecepatan dalam proses booting.

Okay, enough with the chit-chat. Let’s start…

Bila kita menggunakan medium USB Flash Drive, maka kita harus menggunakan format GPT untuk flash drive tersebut dengan menggunakan sistem berkas FAT32, namun bila kita menggunakan medium DVD sebagai alat instalasi, maka tidak ada yang harus kita lakukan, kecuali untuk mengaktifkan Boot Sequence DVD Drive sebagai urutan pertama.

Inti dari instalasi Windows melalui UEFI adalah bahwa kita menggunakan skema baru penataan hard disk drive, yakni dari Master Boot Record (MBR) ke GUID Partition Table (GPT). Nah, skema partisi baru ini adalah hal yang wajib dilakukan dalam membuat Windows 8 dapat digunakan sebagai sistem operasi utama dalam modus UEFI (bukan dalam modus kompatibilitas melalui CSM). Karenanya, kita harus mengubah (meng-convert) hard disk atau Solid State Drive kita dari skema MBR (Master Boot Record) menjadi skema GUID Partition Table yang sepenuhnya didukung oleh sistem UEFI. Sebenarnya, standar UEFI sendiri mendukung booting melalui MBR, namun Microsoft tidak mengizinkannya.

So, how we do it?

1. Pada saat masuk layar setup Windows 7 atau Windows 8, pilih Advanced, dan pilihlah menu Command Prompt.

2. Pada jendela command prompt, ketikkan DISKPART untuk menjalankan program DISKPART.

3. Bila Anda memiliki lebih dari satu drive, silakan pilih hard disk atau Solid State Drive mana yang hendak Anda gunakan sebagai target instalasi, dengan mengetikkan:.

list disk
select disk <disk number>

Anda bisa lihat di sana nomor berapa hard disk drive atau solid state drive Anda diberi oleh sistem. Namun, bila Anda hanya memiliki satu buah drive, maka gunakan

select disk 0

4. Untuk mengubah skema partisi dari MBR menjadi GPT gunakan perintah

convert gpt

Hati-hati:
Program DISKPART ini hanya ditujukan untuk digunakan oleh para profesional. Sebaiknya, Anda berhati-hati melakukannya karena saat salah, bisa jadi data dan informasi yang ada di dalam hard disk atau solid state drive Anda lenyap.

5. Restart PC dan ulangi Setup kembali. Kini, Windows 8 dan Windows 7 Anda pun dapat diinstalasikan dalam modus UEFI tanpa kompatibilitas.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *