Gimana sih Caranya: Mengizinkan PING ke komputer

Windows Firewall memang sudah ada sejak Windows XP Service Pack 2, namun keberadaannya serasa “tak dirasakan”. Namun, kadang-kadang Windows Firewall jugalah yang sebenarnya memproteksi Windows dari beberapa kerjaan yang kurang baik dari orang yang kurang baik. Salah satunya adalah PING yang selalu gagal.

Kenapa hal itu terjadi? Secara default, Windows Firewall yang ada di dalam Windows XP Service Pack 2 ke atas itu memblokir semua lalu lintas data ICMP (Internet Control Message Protocol), sehingga segala sesuatu yang menggunakan ICMP akan di-drop begitu saja. Ini mencakup echo request yang digunakan oleh utilitas ping, yang biasa digunakan oleh para administrator untuk melakukan troubleshooting apakah sebuah host menyala/merespons atau tidak. Tidak bisa menerima echo request, ya jelas saja membuat troubleshooting makin ribet.

Perintah Ping pada server yang masih menolak Echo Request

Lalu, gimana caranya agar Windows kita bisa menerima PING dari host lainnya? Dalam artikel ini, kami akan membeberkan caranya agar Windows dapat merespons perintah PING yang diajukan klien.

Mungkin, bagi yang nggak sabaran mah bilang “kenapa gak dibunuh saja tuh Windows Firewall-nya?”. Buat kami sih, mematikan Windows Firewall justru salah banget, meski Windows Firewall merupakan alat bantu yang sangat dasar sekali sebagai perlindungan komputer. Yang akan kita lakukan sebenarnya adalah mengizinkan yang kita butuhkan saja, dengan tetap menyalakan Firewall…

Caranya:

1. Buka Windows Firewall with Advanced Security di Control Panel\Administrative Tools.

2. Buka Inbound Rules, dan cari di sana “File and printer Sharing (Echo Request – ICMPv4-In)”. Bila Anda menggunakan IPv6, ya gunakan versi ICMPv6 ya…

3. Klik kanan di sana, dan pilih Enable Rule pada menu konteks yang keluar.
Cara mengaktifkan perintah PING

4. You’re done. Silakan coba saja lakukan ping ke alamat server/host yang dimaksud, dan voila, server pun menerimanya. Hehe.
Perintah Ping pada server yang sudah menerima Echo Request

Selamat mencoba…

Windows Phone atau Windows RT? Why Not Both?

Apple pertama kali rilis iOS untuk smartphone iPhone, dan kemudian menggunakannya pada tablet iPad. Google Android pertama kali dirilis untuk smartphone. Dengan rilis Android Honeycomb, Google pun mencoba merambah dunia tablet, sebelum akhirnya disatukan menjadi satu basis pada Ice Cream Sandwich. Nah, akankah Microsoft mengikuti jejak mereka?

Ya, Microsoft baru saja mengucapkan Happy Birthday yang ketiga untuk Windows Phone, dan antarmuka Metro-nya. Namun, ketimbang seperti Apple atau Google yang menyatukan sistem operasinya, Microsoft cenderung mendua–Microsoft punya Windows Phone dan Windows RT, yang seperti kita tahu menggunakan basis yang sama: Windows NT on ARM. Apa strategi Microsoft ke depan? Menggabungkannya menjadi satu platform “Windows Tablet” atau membiarkannya terfragmentasi?

Pangsa pasar sistem operasi Microsoft di pasar mobile computing memang sangat kecil, dibandingkan dengan Google Android dan Apple iOS, padahal Sistem operasi punya Microsoft itu memiliki fitur yang mumpuni untuk menjadi sebuah sistem operasi yang kuat, bila menilik basis kodenya: Windows NT. Namun, eksekusi yang terbilang telat dari Microsoft dengan Windows Phone (baru berusia 3 tahun) dan Windows RT (baru berusia 1 tahun) dengan ekosistem yang terbelah pula membuat orang agak enggan mendekatinya. Microsoft pun merugi 900 juta USD karena ada sisa stock tablet Microsoft Surface RT yang masih terjual.

Banyak analis menilai Microsoft akan menggabungkan Windows Phone dengan Windows RT dan akan membunuh salah satunya, bisa jadi Windows Phone yang akan dibunuh atau Windows RT. Namun, sebagai sistem operasi yang lebih lama, apakah Windows Phone tidak menawarkan nilai yang lebih saat digunakan sebagai sistem operasi untuk tablet? Tentu saja tidak, sebab Windows Phone menawarkan ekosistem aplikasi yang lebih baik daripada Windows RT dan tentunya lebih sederhana dan lebih konsisten.

Windows Phone lebih baik daripada Windows RT, bila dilihat dari ekosistem aplikasinya: Windows Phone Store memiliki lebih banyak aplikasi yang berkualitas daripada Windows Store (yang digunakan oleh Windows RT dan Windows 8.x). Alasannya? Tentu saja lebih banyak pengguna dan pengembang yang mau menulis aplikasi untuk Windows Phone ketimbang Windows RT (dan Windows 8.x) meski memiliki perangkat bantu yang sama. Memang tidak sebanyak Android atau iOS, tapi tetap saja lebih baik daripada Windows RT.

Windows Phone pun lebih sederhana dan konsisten daripada Windows RT. Homescreen (Start screen) dipenuhi dengan informasi yang dibentuk sederhana dalam Live Tile, dan daftar aplikasi ada di sebelah kanan. Pengaturannya pun sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Bandingkan dengan Windows RT, karena Windows RT jelas lebih rumit daripada Windows Phone. Yang pasti start screen, meski menawarkan Live Tile, lebih “ribet” daripada Windows Phone, dan tentu saja menawarkan desktop yang hanya bisa digunakan untuk Internet Explorer serta Office RT. Konsistensi Windows Phone pun lebih tinggi untuk bersaing dengan Android dan iOS sebagai sistem operasi untuk tablet, karena Windows RT sebenarnya adalah Windows 8 tanpa dukungan backward compatibility untuk aplikasi Windows yang lama.

Itu sisi baik dari Windows Phone. Lantas, Apakah Windows RT tidak memiliki nilai tambah sebagai sistem operasi tablet?

Tentu saja, sebagai sistem operasi yang digadang sebagai True Tablet OS, Windows RT memiliki fitur yang lebih wah. Multitasking yang jauh lebih baik bahkan dari para pesaing adalah salah satunya. Masing-masing Windows RT pun datang dengan copy Office RT, meski berjalan di dalam desktop, belum menggunakan WinRT API dan antarmuka Metro UI.

Namun, apakah pengguna biasa (yang sebagian besar menggunakan tablet sebagai alat untuk browsing dan main game), peduli dengan apa yang ditawarkan oleh Windows RT? Sepertinya tidak. Lalu, apa yang harus dilakukan Microsoft? Tentu saja menggabungkan keduanya menjadi satu produk yang sama–gabungkan semua kebaikan kedua produk tersebut. Windows RT bisa jadi ditambahi kemampuan sebagai penelepon, dan juga mampu menggunakan aplikasi yang ada pada Windows Phone, sementara Windows Phone mampu menggunakan perangkat dengan layar lebih besar, USB, printer, dan tentunya aplikasi yang ada pada Windows Store.

Menyatukan kedua Application Store seperti ini memang butuh waktu yang tak sebentar, baik dari Microsoft dan juga para developer aplikasi. Microsoft harus menyediakan API yang sama antara Windows Phone dan RT, sementara developer harus mau menulis aplikasinya lagi agar tampak lebih konsisten.

Ada tambahan pikiran? Let me know.

Desktop Class 64-bit Processor di Apple iPhone 5s?

Apple memang baru saja mengumumkan bahwa mereka akan merilis flagship smartphone mereka, Apple iPhone 5s, yang hendak menggantikan Apple iPhone 5 yang sudah dirilis sembilan bulan yang lalu. Seperti biasa, Apple menggaungkan kata inovasi: mereka adalah perusahaan pertama yang menawarkan smartphone berprosesor 64-bit yang mereka sebut “Desktop-class”. Tapi, apakah benar demikian?

Apple memang melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam meningkatkan mikroproseor di dalam SoC A7 yang mereka gunakan di dalam iPhone 5s, dengan membenamkan arsitektur 64-bit di dalamnya, menggantikan arsitektur 32-bit yang sebelumnya telah digunakan di dalam SoC A6 dan sebelumnya. Apa artinya? Tentu saja, secara logika hal ini bisa ditranslasikan menjadi peningkatan performa yang signifikan, mengingat arsitektur 64-bit yang digunakan A7 memiliki lebar bus yang dua kali lebih lebar daripada A6. Namun, arsitektur A7, meskipun sama-sama menggunakan gimmick “64-bit”, belum lah menjadi sama dengan 64-bit yang digunakan di prosesor kelas desktop, jadi, tentu saja hal ini adalah overhype yang dilakukan oleh Apple.

Ada lagi: banyak pengguna awam yang tidak begitu memahami bagaimana arsitektur aras rendah tersebut bekerja, dan tentu saja ada pikiran “Bigger is Better”, maka menggunakan angka yang besar ditranslasikan sebagai sesuati lebih baik. Padahal, yang sebenarnya diunggulkan dari arsitektur 64-bit hanyalah pengalamatan memori RAM yang digunakannya, di mana saat menggunakan arsitektur 32-bit, prosesor tersebut hanya mampu mengalamati hingga 4 gigabyte saja. Bila Anda pernah menggunakan PC dengan RAM lebih dari 4 Gigabyte di atas Windows XP versi 32-bit, maka mungkin Anda akan bertanya-tanya, mengapa sistem Anda hanya mampu mengalamati kira-kira 3.5 Gigabyte doang, sementara hal ini tidak akan terjadi bila Anda menggunakan Windows versi 64-bit. Wah, kalau begitu, RAM yang dibenamkan di dalam iPhone 5s bisa lebih besar dong? Yap. Namun, apakah Apple membenamkan memori RAM lebih besar dari 4 Gigabyte di dalam iPhone 5s? Android yang paling kuat saja sekarang hanya dipersenjatai 2 Gigabyte saja. Kalau tidak, kenapa kesannya kok terburu-buru menggunakan arsitektur 64-bit?

Wait… Wait… bukannya di dalam iklannya memori yang digunakan di dalam iPhone 16 Gigabyte, 32 Gigabyte atau 64 Gigabyte? Well, bila Anda memahaminya demikian, maka Apple sukses membius Anda dan membuat Anda salah kaprah mengenai memori RAM (media penyimpanan untuk sistem dan proses) dan memori yang digunakan sebagai storage (media penyimpanan data). Sebenarnya, iPhone 5 yang dirilis sebelumnya hanya memiliki memori RAM 1 Gigabyte saja, bukan 16 GB, 32 GB atau 64 GB. Lantas apakah dalam iPhone 5s ditambahkan menjadi lebih besar dari 4 GB? I doubt that.

Kendala lainnya juga adalah dukungan perangkat lunak. Apakah iOS 7 sistem operasi yang benar-benar 64-bit, seperti halnya Windows x64 atau Linux? Melihat sejarahnya, memang iOS adalah turunan dari Mac OS X, namun hanya dioptimalisasikan untuk digunakan di dalam smartphone dan perangkat iDevice lainnya, dan basis kode yang sama tersebut hanya ada di versi 32-bit saja, dan belum ada 64-bit seperti versi Mac OS X. Lalu, meskipun iOS 7 sudah mendukung 64-bit, apakah aplikasinya juga sudah mendukung—kita tahu bahwa 700000+ aplikasi di Apple App Store adalah 32-bit? Lho, bukannya Windows x64 juga bisa menjalankan aplikasi Windows 32-bit? Ya, dan itu ada sesuatu yang dikorbankan: performa, meski tidak seberapa. Hal ini terjadi karena Windows menjalankan aplikasi 32-bit di dalam sebuah lapisan emulasi (WOW64). Apakah hal yang sama (lapisan emulasi) pula ada di iOS 7? Apakah developer juga harus melakukan kompilasi ulang terhadap aplikasinya agar dapat terus digunakan pada iOS versi baru itu?

Masih banyak pertanyaan yang bisa diajukan dalam transisi kali ini, namun memang pengumuman tentang iPhone memang selalu mengundang sensasi, bahkan semenjak mendiang Steve Jobs masih ada. Mereka menggunakan kata-kata “magic”, “innovation”, dan “first” sebagai marketing gimmick. Namun bagi saya, prosesor 64-bit sekelas desktop di dalam smartphone hanyalah sebuah gimmick semata.

Hidup Termotivasi? Kenapa tidak?

Hidup selalu optimis dan termotivasi… Siapa yang tidak mau memiliki kehidupan seperti itu. Selain menyehatkan pikiran pribadi, optimistis dan motivasi juga mampu mengurangi beban orang lain yang ada di sekitar kita. Namun, bagaimana sih caranya agar kita bisa termotivasi secara terus-menerus, dan tak mudah untuk mengeluh?

Berikut ini adalah beberapa resep yang bila kita lakukan secara terus-menerus pula akan membuat kita lebih energik, termotivasi, dan tentunya lebih menikmati hidup.

Kenali tujuan “mengapa” sebelum melakukan sesuatu.

Bila kita tidak tahu menahu mengapa kita melakukan sesuatu, maka bisa jadi ada bagian dalam hidup kita yang “berlubang” tanpa makna. Satu pekerjaan yang kita tidak tahu apa tujuannya, terasa ada yang kurang, apalagi bila banyak pekerjaan dalam kehidupan kita yang kita tak tahu apa tujuannya. Yang pasti, hal tersebut bisa membuat kehidupan kita terasa tak bermakna. Tanpa tujuan. Pointless. Meaningless. Dead man walking.

Ya, apapun yang kita lakukan sebaiknya punya dasar alasan yang kuat mengapa harus kita lakukan. Karenanya, sebaiknya ketahui terlebih dahulu sebab mengapa kita melakukannya agar mampu mendongkrak motivasi yang kita miliki. Saat motivasi dan energi penuh, kita juga bisa menjadi lebih fokus terhadap permasalahan dalam hidup yang kita alami, dan tentunya tujuan hidup kita sendiri.

Bertanggung jawab atas semua hasil dari yang didapat oleh sendiri.

Bertanggung jawab di sini tidak berarti harus mengambil semua efek yang terjadi saat sebuah kejadian terjadi, baik saat bangkit maupun saat bangkrut. Namun, konteksnya di sini adalah kita harus tahu apa yang harus dilakukan di kemudian waktu. Saat bertanggungjawab terhadap apapun yang kita lakukan, maka kita mengambil alih kontrol apapun yang mungkin terjadi di masa depan dengan aksi kita. Akhirnya, Kita pun lanjut maju hingga tujuan tercapai, meski banyak rintangan menghadang dan hasil akhir tak seindah harapan.

Jangan menunggu sempurna. Just do it.

Bagi saya, para perfeksionis adalah orang yang tak bisa menikmati kehidupan, karena mereka selalu mengharapkan kesempurnaan hal-hal yang mereka ingin lakukan, bahkan sebelum mereka beraksi. Bahkan saat kondisi “sempurna” itu pun tercapai, mereka tak dapat menikmatinya sebab bisa saja dalam aksinya, mereka menemukan ketidaksempurnaan yang membuat hasil akhirnya tidak sempurna, padahal tidak ada yang salah pada hasil akhir.

و ما اللذة إلّا بعد التعب

Kenikmatan sesungguhnya dari memperoleh prestasi tidak datang dari apa yang diperoleh, namun dari usaha yang kita keluarkan untuk menjadikannya mungkin terjadi, syukur-syukur saat dinilai “berprestasi” oleh orang sekitar. Bagi saya, kesempurnaan hasil hanya dimiliki oleh Yang Maha Sempurna. Kesempurnaan kita, manusia, ada pada ketidaksempurnaan kita dan kita “perfectly free” untuk melakukan apapun yang kita inginkan, kapan pun, di manapun, selagi kita tidak terbatasi oleh malu.

Sukses butuh energi, karena itu cari makanan yang berenergi pula.

Masyarakat sekarang terjebak dalam wabah obesitas yang terjadi karena kelakuan sendiri, yakni dengan mengonsumsi makanan adiktif yang sebenarnya mempersingkat waktu hidup.

Well, memang tidak semua makanan yang begitu bersifat adiktif dan menyebabkan kehidupan yang lebih singkat. Ada banyak pula makanan yang sehat. Namun, kandungan energi dan gizi yang ada dalam makanan tersebut mungkin saja tidak cukup untuk kita beraktivitas hingga memperoleh kesuksesan setiap hari. Tubuh kita butuh bahan bakar yang kuat agar kesuksesan yang kita peroleh juga kuat pula, tak gampang goyah, dan itu tidak datang dari gula atau gorengan semata.

Bergaul dengan orang yang termotivasi pula

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa orang yang berada di sekeliling kita akan mempengaruhi keadaan dan sikap kita. Salah satunya adalah, karena kita mendefinisikan apa yang mereka lakukan sebagai sesuatu yang normal dilakukan, dan akhirnya kita pun menyesuaikan diri kita dengan menggunakan tingkatan-tingkatan “normalitas” mereka.

Nah, saat kita bergaul dengan orang yang termotivasi, penuh energi, passionate, pekerja keras, dan mengetahui apa tujuan hidupnya, maka definisi normal kita adalah orang orang yang begitu pula. Saat kita kurang termotivasi dibandingkan dengan orang sekitar, maka kita pun akan berpikir mengapa demikian, dan begitulah seterusnya.

Bergaul dan mencari orang termotivasi memang tidak mudah, namun tak ada salahnya bila kita mencoba mendekati orang-orang yang kita pandang memiliki motivasi lebih, agar kita tidak menyesal di akhir nanti.

يَـٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِى لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلاً۬

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrab bagiku (al-Qurân, Surat al-Furqân, ayat 27)

Well, semoga kita masih diberikan kesempatan untuk terus melakukan apapun dalam kondisi termotivasi, agar hal tersebut bisa berbekas secara baik di dalam pengalaman. Amien.

Allâhu a’lamu bi-s-shâwabi

Bagaimana Sih Caranya: Instalasi Windows 7 atau Windows 8 melalui UEFI?

Question:

Saya membeli PC rakitan baru yang berteknologi UEFI. Pertanyaan saya, gimana sih caranya instalasi sistem operasi Windows 7 atau Windows 8 melalui UEFI? Terima kasih atas jawabannya.

via e-Mail

Answer:

PC yang baru, dalam hal ini adalah motherboard PC yang dimanufaktur pada tahun 2012 ke atas sudah memiliki fitur Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) sebagai pengganti sistem Basic Input Output System (BIOS) sebagai antarmuka pertama komputer sebelum sistem operasi mengambil alih kontrol secara keseluruhan.

Namanya juga pengganti BIOS, yang pasti ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh UEFI dibandingkan dengan BIOS biasa, seperti:

1. Tampilan Setup yang berbasis grafis pada UEFI daripada sebelumnya yang masih berbasis teks.

asrock-uefi-setup-storage

2. Dukungan sistem 64-bit yang mampu mengalamati lebih banyak memori.

3. Dukungan terhadap standar baru yang lebih aman dari serangan boot-code malware, melalui fitur SecureBoot. Yeah, meski memang SecureBoot ini masih pro-dan-kontra.

4. Dukungan terhadap hard disk lebih besar daripada 3 Terabyte.

5. Proses booting yang lebih cepat.

…dan lain-lain yang bisa Anda lihat di situs uefi.org .

Nah, melalui Windows 7, Microsoft mulai mendukung UEFI pada sistem Intel x86-64, setelah sebelumnya hanya diaplikasikan pada sistem berarsitektur Intel Itanium (IA-64). Namun dengan Windows 8, Microsoft hendak meningkatkan dukungannya terhadap UEFI dengan mengaktifkan fitur-fitur baru yang lebih bermanfaat bagi pengguna, baik konsumen ataupun pengguna korporat. Microsoft pun mendesain PC yang didesain khusus untuk Windows 8 (contohnya Microsoft Surface Pro) dengan menggunakan standar UEFI. Sayangnya, instalasi Windows di sistem UEFI tidak semudah saat kita menggunakan BIOS, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jadi, instalasi Windows susah di UEFI? Nope. Hanya saja memang tidak lebih mudah daripada instalasi Windows melalui BIOS. Windows 8 sendiri bisa berjalan dengan baik pada sistem yang masih menggunakan BIOS, dalam modus yang dikenal dengan “Legacy”. Namun, bila kita membeli perangkat keras baru dan hendak mengaktifkan seluruh fitur yang ditawarkan, maka instalasi melalui UEFI sepertinya menjadi kewajiban.

Sebetulnya, PC baru pun menawarkan fitur yang disebut dengan “Compatibility Support Module” atau dalam beberapa motherboard menuliskannya sebagai CSM. Fungsinya adalah untuk meniru BIOS dan agar selalu cocok dengan perangkat keras yang kita instalasikan di dalam sistem. Tentu saja, bila perangkat keras yang Anda gunakan seluruhnya adalah perangkat keras modern, Anda bisa menonaktifkannya agar sistem Anda masuk ke dalam modus UEFI secara langsung tanpa harus menggunakan topeng sebagai BIOS.

asrock-uefi-setup

Oh ya, sistem UEFI hanya didukung oleh sistem operasi berbasis Windows x64 (64-bit) saja, dan tidak pada sistem x86 (32-bit). Jadi, bila Anda menggunakan Windows 32-bit, maka sebaiknya CSM dinyalakan, agar tidak terjadi ketidakcocokan antara perangkat dan UEFI. Nah, saat UEFI dinyalakan dan instalasi Windows 8 berlangsung dan terdapat masalah, sebetulnya emulasi BIOS melalui CSM ini akan secara otomatis diaktifkan, dan PC yang kita gunakan pun akan dianggap oleh sistem sebagai PC dengan konfigurasi yang lama. Sebaliknya, bila instalasi Windows dapat dilalui tanpa masalah, maka sebaiknya CSM dinonaktifkan agar meningkatkan kecepatan dalam proses booting.

Okay, enough with the chit-chat. Let’s start…

Bila kita menggunakan medium USB Flash Drive, maka kita harus menggunakan format GPT untuk flash drive tersebut dengan menggunakan sistem berkas FAT32, namun bila kita menggunakan medium DVD sebagai alat instalasi, maka tidak ada yang harus kita lakukan, kecuali untuk mengaktifkan Boot Sequence DVD Drive sebagai urutan pertama.

Inti dari instalasi Windows melalui UEFI adalah bahwa kita menggunakan skema baru penataan hard disk drive, yakni dari Master Boot Record (MBR) ke GUID Partition Table (GPT). Nah, skema partisi baru ini adalah hal yang wajib dilakukan dalam membuat Windows 8 dapat digunakan sebagai sistem operasi utama dalam modus UEFI (bukan dalam modus kompatibilitas melalui CSM). Karenanya, kita harus mengubah (meng-convert) hard disk atau Solid State Drive kita dari skema MBR (Master Boot Record) menjadi skema GUID Partition Table yang sepenuhnya didukung oleh sistem UEFI. Sebenarnya, standar UEFI sendiri mendukung booting melalui MBR, namun Microsoft tidak mengizinkannya.

So, how we do it?

1. Pada saat masuk layar setup Windows 7 atau Windows 8, pilih Advanced, dan pilihlah menu Command Prompt.

2. Pada jendela command prompt, ketikkan DISKPART untuk menjalankan program DISKPART.

3. Bila Anda memiliki lebih dari satu drive, silakan pilih hard disk atau Solid State Drive mana yang hendak Anda gunakan sebagai target instalasi, dengan mengetikkan:.

list disk
select disk <disk number>

Anda bisa lihat di sana nomor berapa hard disk drive atau solid state drive Anda diberi oleh sistem. Namun, bila Anda hanya memiliki satu buah drive, maka gunakan

select disk 0

4. Untuk mengubah skema partisi dari MBR menjadi GPT gunakan perintah

convert gpt

Hati-hati:
Program DISKPART ini hanya ditujukan untuk digunakan oleh para profesional. Sebaiknya, Anda berhati-hati melakukannya karena saat salah, bisa jadi data dan informasi yang ada di dalam hard disk atau solid state drive Anda lenyap.

5. Restart PC dan ulangi Setup kembali. Kini, Windows 8 dan Windows 7 Anda pun dapat diinstalasikan dalam modus UEFI tanpa kompatibilitas.

Semoga membantu.

Bagaimana Sih Caranya: Mengaktifkan AMD Catalyst Control Center dalam Windows Server 2008 R2 dan 2012

Question:

Demi pekerjaan rendering 3D, Saya menggunakan sistem operasi Microsoft Windows Server 2008 R2 sebagai workstation kerja saya, mengingat saya menggunakan workstation dual-socket processor, yang tidak didukung Windows 7. Sebagai pelengkap, saya menggunakan 3 kartu GPU AMD Radeon 7950 dalam modus Crossfire. Namun sayangnya, beberapa fitur  justru tidak dapat digunakan, sebab AMD Catalyst Control Center melaporkan bahwa perangkat keras yang saya gunakan tidak didukung. Padahal, saya sudah menggunakan driver yang paling baru. Tolong bantu saya bagaimana cara mengaktifkan GPU saya di Windows Server 2008 R2, sebab sekarang saya hanya menggunakan prosesor saja tanpa akselerasi dari GPU. Terima kasih.

via e-mail.

AMD-Graphics-Workaround-00

Answer

AMD Catalyst Control Center memang memiliki sebuah keluhan yang banyak dirasakan oleh pengguna, salah satunya adalah dukungan terhadap Windows Server. Well, sebenarnya, perangkat GPU masih didukung oleh driver, hanya saja, ada beberapa yang justru dinonaktifkan oleh AMD dikarenakan kemungkinan nanti ada masalah stabilitas dan kompatibilitas yang justru harus ditingkatkan untuk platform server. Yang jelas, mereka juga nggak mau pangsa pasar AMD FirePro dimakan sama versi gaming-nya.

AMD-Graphics-Workaround-001

So, bagaimana cara kita mengaktifkannya? Tentu saja dengan menggunakan registry editor untuk menyunting registry:

1. Buka Registry Editor dengan menjalankan “Regedit.exe” atau “Regedt32.exe” dari menu Run.

2. Buka kunci “HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Video“, dan di sana ada beberapa subkey yang berisi GUID (Globally Unique Identifier) untuk GPU yang Anda gunakan. Silakan lihat satu per satu GUID tersebut. Pada sistem sampel yang saya gunakan (AMD Radeon 4250 onboard dari motherboard 880G), adanya di key “{387D92CB-A328-4868-B5C5-0592788F0A7D}“. Pada sistem Anda jelas berbeda dari saya, karena ini adalah GUID.

3. Silakan lihat subkey “0000“, dan cari entri Acceleration.Level, bertipe DWORD. Bila nilainya 4, 3, 2, atau 1, ganti dengan 0.

AMD-Graphics-Workaround-01

4. Restart Workstation Anda. Pada sistem sampel yang saya gunakan, AMD Catalyst Control Center pun dapat mendeteksi GPU kembali.

AMD-Graphics-Workaround-002

Semoga membantu

Kenapa sih: Aplikasi Windows Store nggak jalan sebagai Administrator?

Question:

Saya baru saja menggunakan sistem operasi Microsoft Windows 8. Seperti biasa, saya mengaktifkan account Administrator yang biasanya dimatikan oleh Windows, dan tentu saja saya beri password demi keamanan. Namun, ada yang aneh dengan Windows 8 yang saya gunakan, aplikasi Metro nggak bisa dijalanankan sebagai administrator, padahal seorang administrator jelas “dewa”-nya komputer berbasis Windows. Kenapa hal ini bisa terjadi? Terima kasih jawabannya.

Answer:

Alasannya sederhana: keamanan. Dan, seperti yang Anda duga, hal ini disebabkan oleh User Account Control.

Memang aplikasi Windows Store atau dulu dikenal sebagai Metro, telah menggunakan metode sandboxing untuk meningkatkan keamanan, tapi para desainer Microsoft mungkin merasakan bahwa Administrator tidak perlu melakukan login untuk menjalankan aplikasi Windows Store. Bagi beberapa orang, hal ini menjengkelkan, khususnya bagi mereka yang menggunakan Windows Server 2012—versi Server untuk Windows 8.

Namun, solusinya pun ada, yakni Anda harus menyunting registry Windows Anda.

1. Jalankan Registry Editor dengan mengetikkan “regedit.exe” pada kotak dialog Run (dapat diraih menggunakan kombinasi tombol Windows + R.

2. Pada jendela Registry Editor, buka node
HKEY_LOCAL_MACHINE\
  SOFTWARE\
    Microsoft\
      Windows\
        CurrentVersion\
          Policies\
            System

3. Ganti value “FilterAdministratorToken” dari 0 menjadi 1, dan restart komputer Anda.

4. Aplikasi Windows Store pun akan dapat berjalan di Windows 8/Windows Server 2012 sebagai Administrator.

Semoga membantu. icon smile Kenapa sih: Aplikasi Windows Store nggak jalan sebagai Administrator?

Pranala luar:
http://msdn.microsoft.com/en-us/library/cc232760.aspx

Beberapa Alasan mengapa menyewa layanan Cloud Computing

Komputasi awan, alias cloud computing menjadi sebuah tren di dunia teknologi informasi sekarang-sekarang ini. Beberapa perusahaan pun berlomba-lomba untuk mengimplementasikannya di dalam organisasinya. Namun, mengapa sih sebagian besar mereka mengimplementasikan cloud computing dengan menyewanya dari penyedia layanan cloud computing?

Alasan 1: Biaya

Dahulu, banyak organisasi mengimplementasikan infrastruktur teknologi informasi dan data center yang dibangun sendiri, mulai dari perangkat keras, perangkat lunak, bandwidth, dan tentu saja aliran listrik. Coba saja hitung satu per satu berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur tersebut. Yang pasti, cost-nya cukup tinggi dan itu sebabnya mengapa perusahaan banyak memproyeksikan investasi anggaran untuk infrastruktur.

Namun, dengan menggunakan cloud computing, khususnya dari vendor tertentu (melakukan outsourcing), kita pun dapat menghemat biaya akuisisi teknologi, dengan hanya membayar uang bulanan saja selama menggunakan cloud computing yang dipakai.

Alasan 2: Keamanan

Perusahaan cenderung menginginkan apa yang mereka investasikan di dalam infrastruktur teknologi informasi aman dari ancaman, baik ancaman fisik ataupun ancaman secara online. Akhirnya, mereka pun merekrut orang-orang dan konsultan yang mumpuni di bidang keamanan cloud. Tapi sekali lagi, perekrutan tersebut tentu saja memakan biaya yang tidak sedikit, apalagi bila memang perusahaan menginginkan keamanan tingkat tinggi setinggi level Windows Azure, Amazon atau Google dalam mengimplementasikan infrastruktur cloud computing-nya.

Well, dengan menyewa layanan cloud computing, khususnya dari vendor yang terkenal mengimplementasikan keamanan yang tinggi, maka masalah keamanan pun menjadi tanggung jawab mereka. Memang kita mengandalkan perusahaan penyedia layanan cloud computing, namun yang pasti, biaya yang telah kita bayarkan sudah mencakup keamanan data yang kita simpan di cloud.

Alasan 3: Keandalan

Apa yang terjadi saat satu mesin dalam infrastruktur mengalami kegagalan atau kerusakan? Pastinya, Down time! Produktivitas pun terganggu, dan mungkin saja menjadikan kerugian yang tak sedikit jumlahnya.

Mayoritas penyedia layanan cloud computing menggunakan mesin virtual yang tentunya di-cluster (diatur sebagai failover-cluster) yang mampu menjamin layanan tersebut masih tersedia, bahkan saat mesin utama mengalami kegagalan. Bahkan beberapa layanan menggunakan beberapa lokasi data center sebagai cadangan mana kala data center utama mengalami kegagalan. Selama koneksi dan akses dari organisasi ke cloud masih terhubung, maka dipastikan layanan masih dapat digunakan sehingga produktivitas pun masih tetap terjaga.

Alasan 4: Staf

Sebagian besar organisasi menugaskan beberapa orang staf untuk bekerja dalam merawat infrastruktur teknologi informasi. Yang pasti, staf tersebut pun harus dilatih sedemikian rupa agar mampu menggunakan teknologi terbaru yang digunakan oleh organisasi. Organisasi bisa saja menggunakan jasa orang yang sudah tersertifikasi, namun dengan harga yang cukup mahal.

Well, dengan menyewa layanan Cloud Computing, staf infrastruktur teknologi informasi pun bisa dikurangi secara drastis dan kita pun bisa berfokus pada bagaimana model bisnis, bukan pada bagaimana infrastruktur berjalan. Memang kita tetap masih membutuhkan orang untuk bekerja di dalam organisasi kita, namun dibandingkan dengan membangun infrastruktur sendiri, akan lebih meringankan beban perusahaan.

Alasan 5: Daya Listrik

Berapa banyak daya yang dibutuhkan untuk menyalakan satu data center? Puluhan kiloWatt yang pasti, dan tentunya hal itu berbanding dengan jumlah server yang ada di dalam data center organisasi. Berapa banyak biaya yang dikeluarkan hanya untuk listrik? Buanyak. Lalu, apakah perusahaan listrik yang kita gunakan menjamin kestabilan listrik? Apakah pula kita menggunakan cadangan catu daya mana kala aliran listrik utama mengalami kegagalan?

Dengan menyewa layanan cloud computing, hal tersebut menjadi sepenuhnya tanggung jawab penyedia layanan. Tidak perlu dipusingkan lagi dengan tagihan listrik yang membengkak saat menambah server, akibat server yang lama kekurangan kapasitas prosesnya. Dan, dengan menggunakan mesin virtual, mereka pun mampu menghemat daya untuk setiap server-nya.

Alasan 6: Dukungan

Apa yang organisasi lakukan mana kala sebuah server mengalami kegagalan? Tentu langkah pertama adalah mencari bala bantuan dan dukungan sebanyak-banyaknya untuk melakukan troubleshooting. Namun, saat bala bantuan dan dukungan tak kunjung datang, dan staff pun mengalami frustrasi, organisasi pun menjadi tak bisa lagi untuk mempertahankan kinerjanya.

Yang pasti, dukungan staf ahli dari pihak penyedia layanan cloud computing memungkinkan kita untuk lebih berfokus pada model bisnis yang kita kerjakan, sementara mereka mengerjakan tugas mereka.

Alasan 7: Hemat tempat

Berapa harga tanah sekarang? Di kota-kota besar, harga tanah sangatlah tinggi. Menyewa sebuah kantor sebagai tempat usaha menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan. Lalu, bagaimana dengan infrastruktur teknologi informasinya, dengan banyak staf dan pengguna? Tentunya akan sangat memakan banyak tempat. Belum lagi dengan beberapa kebutuhan lainnya seperti kebutuhan pendinginan (cooling) dan generator cadangan daya (genset).

Alasan 8: Aplikasi

Beberapa layanan cloud tidak hanya menyediakan layanan sinkronisasi, storage dan infrastruktur semata. Beberapa bahkan menyediakan aplikasi tambahan seperti halnya Google, Zoho, dan tentunya Amazon. Tentu hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi layanan cloud computing, apalagi saat kita memang membutuhkannya. Buy one service, get one free app.

Alasan 9: Mobilitas

Pernahkah sebuah organisasi melakukan relokasi tempat usaha? Pastinya sering, apalagi perusahaan yang selalu meningkat progress-nya. Namun, apakah infrastruktur teknologi informasinya akan ditinggal di tempat yang lama? Tentu tidak, bukan? Pasti dibawa, karena itu adalah salah satu asset yang dimiliki perusahaan.

Nah, dengan menggunakan cloud computing, mobilitas pun menjadi tidak masalah. Beberapa layanan bahkan menyediakan layanan untuk pengguna mobile, seperti Google Apps, Office 365, dan Zoho, yang memanjakan para pengguna smartphone agar dapat bekerja dari manapun mereka berada. Ingat, data kita ada di cloud, bukan?


Well, itu 9 alasan yang bagi saya mungkin menjadi sebab mengapa beberapa organisasi menyewa layanan cloud computing. Bila Anda memiliki tambahan lebih, Anda bisa menambahkannya pada komentar di bawah, dan saya akan menambahkannya.

Meski cloud computing masih menyisakan pro dan kontra, saran dari saya adalah tetap gunakan apa yang menurut Anda dan organisasi Anda terbaik untuk diimplementasikan. Ambil keputusan yang bijaksana sebelum memindahkan infrastruktur Anda ke dalam cloud computing yang Anda sewa.

Semoga tulisan ini membantu…

Beberapa hal yang bila dihindari mampu meningkatkan kebahagiaan hidup

Hidup dengan bahagia. Siapa yang tidak menginginkannya. Manusia pun cenderung mencari kebahagiaan di dunia (dan tentunya di akhirat). Tentu saja, keinginan untuk meraihnya pastilah mendapatkan cobaan dan tantangan. Namun, ada beberapa hal yang bisa kita tinggalkan dan mampu meningkatkan kebahagiaan hidup. Apa saja? Mari kita lihat.

1. Hindari menyalahkan orang lain

Manusia pastilah memiliki dan melakukan kesalahan. Saat kita jadi atasan, seorang karyawan kadang tidak mampu memenuhi harapan atasannya. Namun, saat itu terjadi, “menyalahkan” adalah hal yang paling sering kita lakukan, padahal hal tersebut bisa jadi sumbernya ada di dalam diri kita sendiri. Bisa jadi karyawan tersebut belum memiliki pengalaman yang cukup untuk tugasnya, dan adalah tugas kita untuk meningkatkan pengalamannya dengan training dan pelatihan. Banyak lah sebabnya mengapa karyawan kita seperti itu, yang pasti melakukan kesalahan bukanlah sesuatu yang membuat kita bodoh.

Hindari menyalahkan orang lain” menjadi jargonnya. Apa maksudnya? Tentu saja, mengambil tanggung jawab sendiri. Terkesan membebani diri sendiri? Bagi saya tidak, bahkan justru memberitahu kita agar kita lebih memperhatikan mereka lain waktu dan tentu saja lebih cerdas dalam bekerja di lain kesempatan.

Lebih cerdas, tentu saja, lebih bahagia.

2. Hindari mencari perhatian dengan materi

Apa yang membuat kita disukai sesama manusia? Yang pasti, bukanlah apa yang melekat di badan kita, bukan pula yang kita kendarai, bukan pula jabatan kita. Memang ada orang yang mendekati kita hanya karena apa yang kita miliki, dan mereka cenderung bersifat sycophant, dan apapun yang mereka lakukan bersama kita didasari ketidakmurinan perasaan. Ketidakmurnian perasaan mampu membunuh hubungan antar-manusia, dan tentunya membuat kita kurang bahagia, sebab mana kala kita sudah tidak memiliki materi yang disukai, para sycophant tersebut akan hilang di dekat kita.

Punya jabatan dan posisi itu penting. Punya uang juga penting. Namun, materi, jabatan dan uang yang melekat di badan kita bukanlah sesuatu yang diunggulkan untuk memperoleh hubungan antar-manusia. Adalah kemurnian perasaan yang membuat hubungan tersebut baik. Dan tentunya, hubungan baik akan mendatangkan kebahagiaan.

3. Hindari mengeluh

Manusia memang diciptakan dengan sifat keluh-kesah. Namun, apapun yang kita ucapkan memiliki kekuatan, khususnya terhadap diri kita. Saat mengeluhkan masalah kita, maka kita pun akan merasakan sesuatu yang berat. Dengan mengeluh, bukannya merasa lebih baik, eeh, malah lebih buruk. Saat ada sesuatu yang kurang baik terjadi, sebaiknya jangan buang waktu dengan mengeluhkannya. Lakukan apa yang bisa dilakukan untuk membuat situasinya lebih baik. Why wasting time? Fix it now, if we can. Yang pasti, bila ada masalah makin menumpuk, seseorang harus melakukan sesuatu agar beban hidup kita tidak mengganggu kebahagiaan hidup kita. Siapa lagi kalau bukan diri kita yang memulai, dan memulainya bukan dengan keluhan tapi tindakan.

Kurangi berbicara tenang apa yang salah, dan perbanyak tentang apa yang membuat situasi lebih baik. Kurangi berbicara masalah, dan perbanyak berpikir solusi. Bahkan saat kita berbicara dengan diri kita. Apalagi saat kita punya sahabat, orang tua, mentor, atau guru untuk berbagi. Mereka akan meringankan beban kita, dengan sama-sama tidak membiarkan keluhan merusak kebahagiaan.

4. Hindari Mengutuk diri

Masa lalu adalah hal yang sangat berguna. Kita bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan yang kita peroleh di masa lalu, atau bahkan kesalahan yang orang lain peroleh. Lalu, setelah mempelajari masa lalu, maka tinggalkan. Emangnya gampang?? Well, nggak gampang. Dan itu tergantung pada seberapa fokus kita menatap hari ini dan masa depan. Saat sesuatu hal yang kurang baik terjadi pada diri kita, pikirkan bahwa hal tersebut adalah sebuah kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang belum pernah kita ketahui dan pelajari sebelumnya. Dan, saat sesuatu hal yang kurang baik terjadi pada orang lain atau saat orang lain melakukan kesalahan, anggaplah hal tersebut sebagai kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik, lebih bisa memaafkan, dan tentu saja lebih bisa memahami.

Hidup itu serangkaian pelatihan. Latihan. Latihan, dan Latihan. Masa lalu adalah tempatnya latihan itu. Apapun yang kita lakukan, jelas kita butuh latihan. Ambil pengalaman seperlunya dari masa lalu, dan let it go, and make sure everything goes right.

5. Hindari ketakutan berlebih

Manusia wajar punya rasa takut, khususnya takut pada hal yang mungkin terjadi atau bahkan yang tidak mungkin terjadi; takut pada hal yang tak bisa kita ubah (seperti ajal); takut pada hal yang tak bisa kita lakukan, atau bahkan takut pada bagaimana orang melihat kita. Menjadi bimbang dan galau pun jadi mudah sekali kita lakukan. Menunggu, dan menunggu saat yang tepat pun menjadi hal yang kita lakukan secara antisipatif untuk mencari alternatif, dan tanpa terasa waktu pun berlalu begitu cepat.

Wow, ketakutan berlebih ternyata menahan kemampuan sebenarnya kita. Apapun yang kita rencanakan, apapun yang kita idamkan, apapun yang kita impikan, mulailah dari sekarang, dari apa yang kita bisa. Segala sesuatu dimulai dari langkah awal, dan memang langkah awal adalah hal yang paling berat dilakukan. Bayi akan merasakan kesulitan untuk berjalan pada langkah pertamanya. Burung akan merasakan kesulitan untuk terbang pada kepakan sayap pertamanya. Begitu pun kita. Saat kita sudah menghindari ketakutan berlebih, maka kesuksesan bisa kita raih. Do something, do anything, now, today. Once tomorrow comes, today is lost forever.


Semoga kita mampu meraih kebahagiaan…

Allâhu a`lamu bi-s-shawâbi…

Gapai sukses dengan pengalaman

Andaikan dulu saya sudah tahu apa yang saya tahu sekarang, pasti saya tidak akan begini“. Ya, kalimat bernada penyesalan, sering sekali bergaung di telinga kita, mengingat penyesalan selalu datang lebih lambat daripada kesadaran kita untuk menggapainya.

Generasi muda sekarang jelas memiliki banyak kesempatan yang bisa dijajal dan tentu saja tantangan yang bisa dihadapi. Tentu semua itu untuk menunjukkan eksistensi diri sebagai manusia, menuju self-esteem. Generasi sekarang yang tumbuh dengan teknologi canggih, mungkin akan cocok dengan dunia yang sekarang saling terhubung. Dan, di era revolusi digital seperti sekarang ini, mereka sedang gemar melakukannya dan banyak juga yang telah meraup untung.

Di lain pihak, dunia sedang bergejolak. Masalah sosial, budaya, ekonomi hingga politik. Ya, setiap hari kita melihat hal ini terus berjalan, jadi hal ini bukanlah hal baru, namun tetap saja menjadi tantangan kita. Apa yang terjadi adalah, kita berhadapan dengan terlalu banyak informasi, kita berhadapan dengan terlalu banyak pilihan, kita berhadapan dengan terlalu banyak hal yang mudah mengganggu fokus kita. Bila generasi dahulu berjuang dengan kesederhanaan, maka perjuangan generasi sekarang lebih kompleks.

Entrepreneur muda, jelaslah harus bisa menghadapi segalanya sesuai dengan keadaan. Dan, tak ada guru yang lebih hebat daripada pengalaman yang didapat sendiri dan tentu saja dari orang lain yang telah merasakannya. Di sini, saya pribadi telah merangkum beberapa pengalaman yang saya dapatkan dari orang-orang yang dekat dengan saya, yang mungkin bisa saja berguna bagi siapa pun.

1. Bila Anda hendak meraih kesuksesan yang besar, maka usaha untuk mencapainya juga besar. Bila kita sadar bahwa tujuan hidup kita memiliki kecenderungan biasa saja, maka mungkin saja kita bisa menjalani hidup dengan mudah tanpa usaha yang besar. Namun, tentu saja, kehidupan kita pun masih “biasa saja”. Ingin tangkapan ikan yang besar? Siapkan jala yang besar pula.

2. Berani ambil risiko, dengan mempertimbangkan keadaan. Kesuksesan yang kita raih dalam kehidupan berbisnis dan berkarier merupakan sebuah hasil yang kita peroleh saat kita mempertaruhkan hidup dengan mengambil sebuah kesempatan yang memiliki risikonya.

3. Perluaslah pengalaman. Seperti telah disebutkan sebelumnya, pengalaman adalah guru yang hebat. Saat pengalaman kita luas, maka luas pulalah kesempatan kita untuk lebih bisa menggapai kesuksesan.

4. Hidup bagaikan lari maraton, bukan lari sprin. Apa bedanya, sama-sama lari kan? Lari maraton lebih lama dan lebih panjang lintasannya daripada lari sprin. Dalam lari maraton, saat banyak persaingan, maka akan lebih baik kita menggenjot kemampuan kita hingga kita lebih dekat dengan garis finish. Namun, saat sudah jarang persaingan, you could do lesser. Selain itu, semakin besar tujuan kita, semakin “gila” strategi yang kita gunakan, semakin lama waktu yang kita tempuh, maka semakin besar pula prestasi yang diraih.

5. Ingat selalu prinsip keseimbangan dan kesetaraan. Ingat Hukum Aksi-Reaksi Newton? Setiap gaya yang kita keluarkan, maka akan muncul reaksi yang berlawanan dari aksi kita yang membuatnya seimbang. Ingat keseimbangan reaksi kimia? Ya, semuanya haruslah seimbang. Dalam ekonomi pun demikian: ada pemasukan ada pula pengeluaran; ada permintaan ada pula pemberian. Begitu pula dengan kehidupan. Hukum kausalitas dan sebab akibat akan selalu menaungi kita, dan bisa saja mempengaruhi kehidupan kita. Tanpa melakukan apapun, kita tak akan pernah mendapat apapun sebagai balasan.

6. “Why’s so serious on yourself?”. Sebagai anak muda, pastilah kita memiliki ego yang sangat tinggi. Kita merasa, bahwa kitalah pusat alam semesta, atau setidaknya dunia kita. Cara pandang tersebut memang penting untuk keselamatan kita. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, cara pandang tersebut justru kurang bagus dan bahkan sering mendatangkan masalah. Pendewasaan merupakan pengembangan empati bagi orang lain, dengan memahami kebutuhan dan keinginan orang lain, dan mengetahui apa yang membuat mereka termotivasi.

7. Tidak membatasi diri dengan asumsi yang datang dari pengalaman yang masih terbatas. Darah muda memang mudah untuk bergejolak. Kita cenderung mudah untuk mengambil keputusan bahkan dari fakta yang terbatas, atau lebih parah lagi, saat kita mengambil keputusan dari asumsi belaka. Selalu berpikir terbuka, dan pastinya ambil banyak-banyak pengalaman untuk mengganti asumsi kita yang membatasi.

8. Kesuksesan sesungguhnya terjadi di dunia nyata. Sebagai orang yang terhembus angin teknologi canggih, anak muda jelas mengenal Internet, dan mungkin memahami Internet sebagai lahan bisnis. Jejaring sosial pun muncul di mana-mana untuk menghubungkan kita dengan siapapun yang kita inginkan. Memang bisa saja kita menghasilkan uang dengan cara seperti itu, namun yang pasti kesuksesan sesungguhnya terjadi di dunia nyata saat kita mengembangkan relasi dengan orang yang nyata pula.

9. Yakin bahwa segalanya bakal bekerja dengan baik. Ya, keyakinan menjadi sumber motivasi kita untuk meraih kesuksesan. Keyakinan terhadap apa? Apapun yang kita yakini :). Mendiang Steve Jobs pernah berbicara: “You have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something–your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life. The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle.”

Well, itulah 9 hal yang saya dapatkan selama beberapa hari berada di kalangan entrepreneur muda. Satu hal lagi, pengalaman-pengalaman dan conventional wisdom seperti ini memang banyak sekali bertebaran. Namun, semua itu tak akan ada hasilnya tanpa dipraktikkan. Go ahead, and Never look back…

Allâhu a`lamu bi-s-Shawâbi…