Beberapa Alasan mengapa menyewa layanan Cloud Computing

Komputasi awan, alias cloud computing menjadi sebuah tren di dunia teknologi informasi sekarang-sekarang ini. Beberapa perusahaan pun berlomba-lomba untuk mengimplementasikannya di dalam organisasinya. Namun, mengapa sih sebagian besar mereka mengimplementasikan cloud computing dengan menyewanya dari penyedia layanan cloud computing?

Alasan 1: Biaya

Dahulu, banyak organisasi mengimplementasikan infrastruktur teknologi informasi dan data center yang dibangun sendiri, mulai dari perangkat keras, perangkat lunak, bandwidth, dan tentu saja aliran listrik. Coba saja hitung satu per satu berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur tersebut. Yang pasti, cost-nya cukup tinggi dan itu sebabnya mengapa perusahaan banyak memproyeksikan investasi anggaran untuk infrastruktur.

Namun, dengan menggunakan cloud computing, khususnya dari vendor tertentu (melakukan outsourcing), kita pun dapat menghemat biaya akuisisi teknologi, dengan hanya membayar uang bulanan saja selama menggunakan cloud computing yang dipakai.

Alasan 2: Keamanan

Perusahaan cenderung menginginkan apa yang mereka investasikan di dalam infrastruktur teknologi informasi aman dari ancaman, baik ancaman fisik ataupun ancaman secara online. Akhirnya, mereka pun merekrut orang-orang dan konsultan yang mumpuni di bidang keamanan cloud. Tapi sekali lagi, perekrutan tersebut tentu saja memakan biaya yang tidak sedikit, apalagi bila memang perusahaan menginginkan keamanan tingkat tinggi setinggi level Windows Azure, Amazon atau Google dalam mengimplementasikan infrastruktur cloud computing-nya.

Well, dengan menyewa layanan cloud computing, khususnya dari vendor yang terkenal mengimplementasikan keamanan yang tinggi, maka masalah keamanan pun menjadi tanggung jawab mereka. Memang kita mengandalkan perusahaan penyedia layanan cloud computing, namun yang pasti, biaya yang telah kita bayarkan sudah mencakup keamanan data yang kita simpan di cloud.

Alasan 3: Keandalan

Apa yang terjadi saat satu mesin dalam infrastruktur mengalami kegagalan atau kerusakan? Pastinya, Down time! Produktivitas pun terganggu, dan mungkin saja menjadikan kerugian yang tak sedikit jumlahnya.

Mayoritas penyedia layanan cloud computing menggunakan mesin virtual yang tentunya di-cluster (diatur sebagai failover-cluster) yang mampu menjamin layanan tersebut masih tersedia, bahkan saat mesin utama mengalami kegagalan. Bahkan beberapa layanan menggunakan beberapa lokasi data center sebagai cadangan mana kala data center utama mengalami kegagalan. Selama koneksi dan akses dari organisasi ke cloud masih terhubung, maka dipastikan layanan masih dapat digunakan sehingga produktivitas pun masih tetap terjaga.

Alasan 4: Staf

Sebagian besar organisasi menugaskan beberapa orang staf untuk bekerja dalam merawat infrastruktur teknologi informasi. Yang pasti, staf tersebut pun harus dilatih sedemikian rupa agar mampu menggunakan teknologi terbaru yang digunakan oleh organisasi. Organisasi bisa saja menggunakan jasa orang yang sudah tersertifikasi, namun dengan harga yang cukup mahal.

Well, dengan menyewa layanan Cloud Computing, staf infrastruktur teknologi informasi pun bisa dikurangi secara drastis dan kita pun bisa berfokus pada bagaimana model bisnis, bukan pada bagaimana infrastruktur berjalan. Memang kita tetap masih membutuhkan orang untuk bekerja di dalam organisasi kita, namun dibandingkan dengan membangun infrastruktur sendiri, akan lebih meringankan beban perusahaan.

Alasan 5: Daya Listrik

Berapa banyak daya yang dibutuhkan untuk menyalakan satu data center? Puluhan kiloWatt yang pasti, dan tentunya hal itu berbanding dengan jumlah server yang ada di dalam data center organisasi. Berapa banyak biaya yang dikeluarkan hanya untuk listrik? Buanyak. Lalu, apakah perusahaan listrik yang kita gunakan menjamin kestabilan listrik? Apakah pula kita menggunakan cadangan catu daya mana kala aliran listrik utama mengalami kegagalan?

Dengan menyewa layanan cloud computing, hal tersebut menjadi sepenuhnya tanggung jawab penyedia layanan. Tidak perlu dipusingkan lagi dengan tagihan listrik yang membengkak saat menambah server, akibat server yang lama kekurangan kapasitas prosesnya. Dan, dengan menggunakan mesin virtual, mereka pun mampu menghemat daya untuk setiap server-nya.

Alasan 6: Dukungan

Apa yang organisasi lakukan mana kala sebuah server mengalami kegagalan? Tentu langkah pertama adalah mencari bala bantuan dan dukungan sebanyak-banyaknya untuk melakukan troubleshooting. Namun, saat bala bantuan dan dukungan tak kunjung datang, dan staff pun mengalami frustrasi, organisasi pun menjadi tak bisa lagi untuk mempertahankan kinerjanya.

Yang pasti, dukungan staf ahli dari pihak penyedia layanan cloud computing memungkinkan kita untuk lebih berfokus pada model bisnis yang kita kerjakan, sementara mereka mengerjakan tugas mereka.

Alasan 7: Hemat tempat

Berapa harga tanah sekarang? Di kota-kota besar, harga tanah sangatlah tinggi. Menyewa sebuah kantor sebagai tempat usaha menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan. Lalu, bagaimana dengan infrastruktur teknologi informasinya, dengan banyak staf dan pengguna? Tentunya akan sangat memakan banyak tempat. Belum lagi dengan beberapa kebutuhan lainnya seperti kebutuhan pendinginan (cooling) dan generator cadangan daya (genset).

Alasan 8: Aplikasi

Beberapa layanan cloud tidak hanya menyediakan layanan sinkronisasi, storage dan infrastruktur semata. Beberapa bahkan menyediakan aplikasi tambahan seperti halnya Google, Zoho, dan tentunya Amazon. Tentu hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi layanan cloud computing, apalagi saat kita memang membutuhkannya. Buy one service, get one free app.

Alasan 9: Mobilitas

Pernahkah sebuah organisasi melakukan relokasi tempat usaha? Pastinya sering, apalagi perusahaan yang selalu meningkat progress-nya. Namun, apakah infrastruktur teknologi informasinya akan ditinggal di tempat yang lama? Tentu tidak, bukan? Pasti dibawa, karena itu adalah salah satu asset yang dimiliki perusahaan.

Nah, dengan menggunakan cloud computing, mobilitas pun menjadi tidak masalah. Beberapa layanan bahkan menyediakan layanan untuk pengguna mobile, seperti Google Apps, Office 365, dan Zoho, yang memanjakan para pengguna smartphone agar dapat bekerja dari manapun mereka berada. Ingat, data kita ada di cloud, bukan?


Well, itu 9 alasan yang bagi saya mungkin menjadi sebab mengapa beberapa organisasi menyewa layanan cloud computing. Bila Anda memiliki tambahan lebih, Anda bisa menambahkannya pada komentar di bawah, dan saya akan menambahkannya.

Meski cloud computing masih menyisakan pro dan kontra, saran dari saya adalah tetap gunakan apa yang menurut Anda dan organisasi Anda terbaik untuk diimplementasikan. Ambil keputusan yang bijaksana sebelum memindahkan infrastruktur Anda ke dalam cloud computing yang Anda sewa.

Semoga tulisan ini membantu…