Gimana sih Caranya: Mengizinkan PING ke komputer

Windows Firewall memang sudah ada sejak Windows XP Service Pack 2, namun keberadaannya serasa “tak dirasakan”. Namun, kadang-kadang Windows Firewall jugalah yang sebenarnya memproteksi Windows dari beberapa kerjaan yang kurang baik dari orang yang kurang baik. Salah satunya adalah PING yang selalu gagal.

Kenapa hal itu terjadi? Secara default, Windows Firewall yang ada di dalam Windows XP Service Pack 2 ke atas itu memblokir semua lalu lintas data ICMP (Internet Control Message Protocol), sehingga segala sesuatu yang menggunakan ICMP akan di-drop begitu saja. Ini mencakup echo request yang digunakan oleh utilitas ping, yang biasa digunakan oleh para administrator untuk melakukan troubleshooting apakah sebuah host menyala/merespons atau tidak. Tidak bisa menerima echo request, ya jelas saja membuat troubleshooting makin ribet.

Perintah Ping pada server yang masih menolak Echo Request

Lalu, gimana caranya agar Windows kita bisa menerima PING dari host lainnya? Dalam artikel ini, kami akan membeberkan caranya agar Windows dapat merespons perintah PING yang diajukan klien.

Mungkin, bagi yang nggak sabaran mah bilang “kenapa gak dibunuh saja tuh Windows Firewall-nya?”. Buat kami sih, mematikan Windows Firewall justru salah banget, meski Windows Firewall merupakan alat bantu yang sangat dasar sekali sebagai perlindungan komputer. Yang akan kita lakukan sebenarnya adalah mengizinkan yang kita butuhkan saja, dengan tetap menyalakan Firewall…

Caranya:

1. Buka Windows Firewall with Advanced Security di Control Panel\Administrative Tools.

2. Buka Inbound Rules, dan cari di sana “File and printer Sharing (Echo Request – ICMPv4-In)”. Bila Anda menggunakan IPv6, ya gunakan versi ICMPv6 ya…

3. Klik kanan di sana, dan pilih Enable Rule pada menu konteks yang keluar.
Cara mengaktifkan perintah PING

4. You’re done. Silakan coba saja lakukan ping ke alamat server/host yang dimaksud, dan voila, server pun menerimanya. Hehe.
Perintah Ping pada server yang sudah menerima Echo Request

Selamat mencoba…

Windows Phone atau Windows RT? Why Not Both?

Apple pertama kali rilis iOS untuk smartphone iPhone, dan kemudian menggunakannya pada tablet iPad. Google Android pertama kali dirilis untuk smartphone. Dengan rilis Android Honeycomb, Google pun mencoba merambah dunia tablet, sebelum akhirnya disatukan menjadi satu basis pada Ice Cream Sandwich. Nah, akankah Microsoft mengikuti jejak mereka?

Ya, Microsoft baru saja mengucapkan Happy Birthday yang ketiga untuk Windows Phone, dan antarmuka Metro-nya. Namun, ketimbang seperti Apple atau Google yang menyatukan sistem operasinya, Microsoft cenderung mendua–Microsoft punya Windows Phone dan Windows RT, yang seperti kita tahu menggunakan basis yang sama: Windows NT on ARM. Apa strategi Microsoft ke depan? Menggabungkannya menjadi satu platform “Windows Tablet” atau membiarkannya terfragmentasi?

Pangsa pasar sistem operasi Microsoft di pasar mobile computing memang sangat kecil, dibandingkan dengan Google Android dan Apple iOS, padahal Sistem operasi punya Microsoft itu memiliki fitur yang mumpuni untuk menjadi sebuah sistem operasi yang kuat, bila menilik basis kodenya: Windows NT. Namun, eksekusi yang terbilang telat dari Microsoft dengan Windows Phone (baru berusia 3 tahun) dan Windows RT (baru berusia 1 tahun) dengan ekosistem yang terbelah pula membuat orang agak enggan mendekatinya. Microsoft pun merugi 900 juta USD karena ada sisa stock tablet Microsoft Surface RT yang masih terjual.

Banyak analis menilai Microsoft akan menggabungkan Windows Phone dengan Windows RT dan akan membunuh salah satunya, bisa jadi Windows Phone yang akan dibunuh atau Windows RT. Namun, sebagai sistem operasi yang lebih lama, apakah Windows Phone tidak menawarkan nilai yang lebih saat digunakan sebagai sistem operasi untuk tablet? Tentu saja tidak, sebab Windows Phone menawarkan ekosistem aplikasi yang lebih baik daripada Windows RT dan tentunya lebih sederhana dan lebih konsisten.

Windows Phone lebih baik daripada Windows RT, bila dilihat dari ekosistem aplikasinya: Windows Phone Store memiliki lebih banyak aplikasi yang berkualitas daripada Windows Store (yang digunakan oleh Windows RT dan Windows 8.x). Alasannya? Tentu saja lebih banyak pengguna dan pengembang yang mau menulis aplikasi untuk Windows Phone ketimbang Windows RT (dan Windows 8.x) meski memiliki perangkat bantu yang sama. Memang tidak sebanyak Android atau iOS, tapi tetap saja lebih baik daripada Windows RT.

Windows Phone pun lebih sederhana dan konsisten daripada Windows RT. Homescreen (Start screen) dipenuhi dengan informasi yang dibentuk sederhana dalam Live Tile, dan daftar aplikasi ada di sebelah kanan. Pengaturannya pun sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Bandingkan dengan Windows RT, karena Windows RT jelas lebih rumit daripada Windows Phone. Yang pasti start screen, meski menawarkan Live Tile, lebih “ribet” daripada Windows Phone, dan tentu saja menawarkan desktop yang hanya bisa digunakan untuk Internet Explorer serta Office RT. Konsistensi Windows Phone pun lebih tinggi untuk bersaing dengan Android dan iOS sebagai sistem operasi untuk tablet, karena Windows RT sebenarnya adalah Windows 8 tanpa dukungan backward compatibility untuk aplikasi Windows yang lama.

Itu sisi baik dari Windows Phone. Lantas, Apakah Windows RT tidak memiliki nilai tambah sebagai sistem operasi tablet?

Tentu saja, sebagai sistem operasi yang digadang sebagai True Tablet OS, Windows RT memiliki fitur yang lebih wah. Multitasking yang jauh lebih baik bahkan dari para pesaing adalah salah satunya. Masing-masing Windows RT pun datang dengan copy Office RT, meski berjalan di dalam desktop, belum menggunakan WinRT API dan antarmuka Metro UI.

Namun, apakah pengguna biasa (yang sebagian besar menggunakan tablet sebagai alat untuk browsing dan main game), peduli dengan apa yang ditawarkan oleh Windows RT? Sepertinya tidak. Lalu, apa yang harus dilakukan Microsoft? Tentu saja menggabungkan keduanya menjadi satu produk yang sama–gabungkan semua kebaikan kedua produk tersebut. Windows RT bisa jadi ditambahi kemampuan sebagai penelepon, dan juga mampu menggunakan aplikasi yang ada pada Windows Phone, sementara Windows Phone mampu menggunakan perangkat dengan layar lebih besar, USB, printer, dan tentunya aplikasi yang ada pada Windows Store.

Menyatukan kedua Application Store seperti ini memang butuh waktu yang tak sebentar, baik dari Microsoft dan juga para developer aplikasi. Microsoft harus menyediakan API yang sama antara Windows Phone dan RT, sementara developer harus mau menulis aplikasinya lagi agar tampak lebih konsisten.

Ada tambahan pikiran? Let me know.

Bagaimana Sih Caranya: Instalasi Windows 7 atau Windows 8 melalui UEFI?

Question:

Saya membeli PC rakitan baru yang berteknologi UEFI. Pertanyaan saya, gimana sih caranya instalasi sistem operasi Windows 7 atau Windows 8 melalui UEFI? Terima kasih atas jawabannya.

via e-Mail

Answer:

PC yang baru, dalam hal ini adalah motherboard PC yang dimanufaktur pada tahun 2012 ke atas sudah memiliki fitur Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) sebagai pengganti sistem Basic Input Output System (BIOS) sebagai antarmuka pertama komputer sebelum sistem operasi mengambil alih kontrol secara keseluruhan.

Namanya juga pengganti BIOS, yang pasti ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh UEFI dibandingkan dengan BIOS biasa, seperti:

1. Tampilan Setup yang berbasis grafis pada UEFI daripada sebelumnya yang masih berbasis teks.

asrock-uefi-setup-storage

2. Dukungan sistem 64-bit yang mampu mengalamati lebih banyak memori.

3. Dukungan terhadap standar baru yang lebih aman dari serangan boot-code malware, melalui fitur SecureBoot. Yeah, meski memang SecureBoot ini masih pro-dan-kontra.

4. Dukungan terhadap hard disk lebih besar daripada 3 Terabyte.

5. Proses booting yang lebih cepat.

…dan lain-lain yang bisa Anda lihat di situs uefi.org .

Nah, melalui Windows 7, Microsoft mulai mendukung UEFI pada sistem Intel x86-64, setelah sebelumnya hanya diaplikasikan pada sistem berarsitektur Intel Itanium (IA-64). Namun dengan Windows 8, Microsoft hendak meningkatkan dukungannya terhadap UEFI dengan mengaktifkan fitur-fitur baru yang lebih bermanfaat bagi pengguna, baik konsumen ataupun pengguna korporat. Microsoft pun mendesain PC yang didesain khusus untuk Windows 8 (contohnya Microsoft Surface Pro) dengan menggunakan standar UEFI. Sayangnya, instalasi Windows di sistem UEFI tidak semudah saat kita menggunakan BIOS, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jadi, instalasi Windows susah di UEFI? Nope. Hanya saja memang tidak lebih mudah daripada instalasi Windows melalui BIOS. Windows 8 sendiri bisa berjalan dengan baik pada sistem yang masih menggunakan BIOS, dalam modus yang dikenal dengan “Legacy”. Namun, bila kita membeli perangkat keras baru dan hendak mengaktifkan seluruh fitur yang ditawarkan, maka instalasi melalui UEFI sepertinya menjadi kewajiban.

Sebetulnya, PC baru pun menawarkan fitur yang disebut dengan “Compatibility Support Module” atau dalam beberapa motherboard menuliskannya sebagai CSM. Fungsinya adalah untuk meniru BIOS dan agar selalu cocok dengan perangkat keras yang kita instalasikan di dalam sistem. Tentu saja, bila perangkat keras yang Anda gunakan seluruhnya adalah perangkat keras modern, Anda bisa menonaktifkannya agar sistem Anda masuk ke dalam modus UEFI secara langsung tanpa harus menggunakan topeng sebagai BIOS.

asrock-uefi-setup

Oh ya, sistem UEFI hanya didukung oleh sistem operasi berbasis Windows x64 (64-bit) saja, dan tidak pada sistem x86 (32-bit). Jadi, bila Anda menggunakan Windows 32-bit, maka sebaiknya CSM dinyalakan, agar tidak terjadi ketidakcocokan antara perangkat dan UEFI. Nah, saat UEFI dinyalakan dan instalasi Windows 8 berlangsung dan terdapat masalah, sebetulnya emulasi BIOS melalui CSM ini akan secara otomatis diaktifkan, dan PC yang kita gunakan pun akan dianggap oleh sistem sebagai PC dengan konfigurasi yang lama. Sebaliknya, bila instalasi Windows dapat dilalui tanpa masalah, maka sebaiknya CSM dinonaktifkan agar meningkatkan kecepatan dalam proses booting.

Okay, enough with the chit-chat. Let’s start…

Bila kita menggunakan medium USB Flash Drive, maka kita harus menggunakan format GPT untuk flash drive tersebut dengan menggunakan sistem berkas FAT32, namun bila kita menggunakan medium DVD sebagai alat instalasi, maka tidak ada yang harus kita lakukan, kecuali untuk mengaktifkan Boot Sequence DVD Drive sebagai urutan pertama.

Inti dari instalasi Windows melalui UEFI adalah bahwa kita menggunakan skema baru penataan hard disk drive, yakni dari Master Boot Record (MBR) ke GUID Partition Table (GPT). Nah, skema partisi baru ini adalah hal yang wajib dilakukan dalam membuat Windows 8 dapat digunakan sebagai sistem operasi utama dalam modus UEFI (bukan dalam modus kompatibilitas melalui CSM). Karenanya, kita harus mengubah (meng-convert) hard disk atau Solid State Drive kita dari skema MBR (Master Boot Record) menjadi skema GUID Partition Table yang sepenuhnya didukung oleh sistem UEFI. Sebenarnya, standar UEFI sendiri mendukung booting melalui MBR, namun Microsoft tidak mengizinkannya.

So, how we do it?

1. Pada saat masuk layar setup Windows 7 atau Windows 8, pilih Advanced, dan pilihlah menu Command Prompt.

2. Pada jendela command prompt, ketikkan DISKPART untuk menjalankan program DISKPART.

3. Bila Anda memiliki lebih dari satu drive, silakan pilih hard disk atau Solid State Drive mana yang hendak Anda gunakan sebagai target instalasi, dengan mengetikkan:.

list disk
select disk <disk number>

Anda bisa lihat di sana nomor berapa hard disk drive atau solid state drive Anda diberi oleh sistem. Namun, bila Anda hanya memiliki satu buah drive, maka gunakan

select disk 0

4. Untuk mengubah skema partisi dari MBR menjadi GPT gunakan perintah

convert gpt

Hati-hati:
Program DISKPART ini hanya ditujukan untuk digunakan oleh para profesional. Sebaiknya, Anda berhati-hati melakukannya karena saat salah, bisa jadi data dan informasi yang ada di dalam hard disk atau solid state drive Anda lenyap.

5. Restart PC dan ulangi Setup kembali. Kini, Windows 8 dan Windows 7 Anda pun dapat diinstalasikan dalam modus UEFI tanpa kompatibilitas.

Semoga membantu.

Kenapa sih: Aplikasi Windows Store nggak jalan sebagai Administrator?

Question:

Saya baru saja menggunakan sistem operasi Microsoft Windows 8. Seperti biasa, saya mengaktifkan account Administrator yang biasanya dimatikan oleh Windows, dan tentu saja saya beri password demi keamanan. Namun, ada yang aneh dengan Windows 8 yang saya gunakan, aplikasi Metro nggak bisa dijalanankan sebagai administrator, padahal seorang administrator jelas “dewa”-nya komputer berbasis Windows. Kenapa hal ini bisa terjadi? Terima kasih jawabannya.

Answer:

Alasannya sederhana: keamanan. Dan, seperti yang Anda duga, hal ini disebabkan oleh User Account Control.

Memang aplikasi Windows Store atau dulu dikenal sebagai Metro, telah menggunakan metode sandboxing untuk meningkatkan keamanan, tapi para desainer Microsoft mungkin merasakan bahwa Administrator tidak perlu melakukan login untuk menjalankan aplikasi Windows Store. Bagi beberapa orang, hal ini menjengkelkan, khususnya bagi mereka yang menggunakan Windows Server 2012—versi Server untuk Windows 8.

Namun, solusinya pun ada, yakni Anda harus menyunting registry Windows Anda.

1. Jalankan Registry Editor dengan mengetikkan “regedit.exe” pada kotak dialog Run (dapat diraih menggunakan kombinasi tombol Windows + R.

2. Pada jendela Registry Editor, buka node
HKEY_LOCAL_MACHINE\
  SOFTWARE\
    Microsoft\
      Windows\
        CurrentVersion\
          Policies\
            System

3. Ganti value “FilterAdministratorToken” dari 0 menjadi 1, dan restart komputer Anda.

4. Aplikasi Windows Store pun akan dapat berjalan di Windows 8/Windows Server 2012 sebagai Administrator.

Semoga membantu. icon smile Kenapa sih: Aplikasi Windows Store nggak jalan sebagai Administrator?

Pranala luar:
http://msdn.microsoft.com/en-us/library/cc232760.aspx

Bagaimana sih caranya: Memperbaiki Shortcut Overlay Windows?

Question:

Saya mau tanya bagaimana cara mengatasi gambar yang di depan shortcut pada desktop seperti yang saya kirim pada gambar di bawah ini?
Mengatasi gambar yang di depan shortcut

–via e-mail

Answer:

Sepertinya, ada masalah dengan konfigurasi shortcut pada komputer Anda. Biasanya hal ini bisa dilakukan melalui tool seperti TweakUI, TuneUp Utilities atau utilitas lainnya. Konfigurasi shortcut yang dimaksud adalah “Shortcut Overlay“, yang ternyata pada sistem Windows yang Anda gunakan justru tidak ditemukan (salah konfigurasinya atau berkas icon yang dituju ternyata mengalami kegagalan untuk dimuat oleh sistem—biasanya hal ini terjadi karena kurang memori atau shell icon cache yang mengalami kerusakan).

Secara default, shortcut overlay yang digunakan oleh Windows adalah tanda panah “shortcut”. Namun, kita juga bisa mengubahnya dengan menyunting registry (beberapa utilitas sebenarnya mengubah nilai ini menjadi yang kita inginkan). Konfigurasinya ada di registry Windows dengan alamat di:
HKEY_LOCAL_MACHINE\
  Software\
    Microsoft\
      Windows\
        CurrentVersion\
            Explorer\
              Shell Icons
,
nah di sana ada entri namanya “29” (tanpa tanda kutip) bertipe data String. Hapus saja entri tersebut dan restart komputer yang Anda gunakan—hal ini dikarenakan kita menyunting hive yang berada di HKLM. Atau, bisa juga Anda menggunakan berkas registry yang sudah saya impor.

Semoga membantu.